“anda tidak bisa mengajari seseorang apapun, anda hanya bisa membantu mereka menemukannya” (Galileo Galilei)
|
“…pagi…yang cerah…udara begitu segar…buka komputer dulu ah…baca tulisan temen-temen…pake kacamata beningku dulu…kok isi tulisannya gini to, aneh…takganti kacamata abu-abu aja…lho kok malah jadi tambah aneh…semuanya tampak suram dan aneh…apa pake kacamata hitam aja kali yaaa…nah lho, tulisannya kok jadi gelap dan aneh… lebih baik gak usah pake kacamata aja ah, pusing…wah terang benderang dan tulisannya lebih jelas dipahami…ternyata lebih baik berpikiran positif daripada harus membeli kacamata baru…betapa indahnya persahabatan tanpa pikiran negatif dan prasangka…semuanya tampak terang benderang bisa dimengerti…menembus batas ruang dan waktu…santun bertutur dan bercerita…dalam jendela persahabatan…selamat pagi sahabat…cayoo kreativitas…salam hormat…dan doa…Amin…” ^_^ (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia)
“bagi kebanyakan orang rasa bahagia atau tidak adalah pilihanmereka” (Abraham Lincoln, TSOMMB & Health in Your Life, 2004) Saya mo bercerita tentang Rio, anak laki-laki temenku, yang sekarang usianya genap 5tahun. Banyak kejadian unik dan lucu mengikuti keseharian Rio. Saya dan mas Iwan (ayah Rio) dulu satu profesi, bakerja di perusahaan yang sama selama beberapa tahun. Mas Iwan bertugas sebagai Salas Kanvas, sedangkan saya bertugas sebagai Marketing Area. Tempat tinggal mas Iwan letaknya tidak jauh dengan perusahaan tempat kami bekerja, berada di pinggir jalan raya yang lalu lintasnya tidak pernah sepi. ketika mengenal mas Iwan, saat itu usia Rio masih beberapa bulan. Sering sekali saya dan temen-teman mampir ke rumah mas Iwan dan becanda dengan Rio, ya itu tadi karena letak rumah mas Iwan deket dengan tempat kami bekerja. Sosok mas Iwan memang cukup familiar, beliau lebih tua 4tahun diatasku. Tapi sebagai senior, beliau tidak pernah mengganggap kami yang lebih muda ini sebagai yuniornya, tapi lebih sebagai sahabat, rekan kerja dan keluarga. Mas Iwan sosok yang tekun, berani dan pandai bergaul, beliau tidak segan-segan membagi ilmu dan pengalamannya kepada kami-kami yang lebih muda, sehingga kamipun sangat hormat pada mas Iwan dan keluarga. Dalam hal pekerjaan, mobilitas mas Iwan cukup tinggi, tugas sebagai Sales Kanvas mengharuskan mas Iwan bertugas lebih dari 18hari di lapangan (9hari di minggu pertama dan 9hari di minggu ketiga) kemudian sisanya tugas jarak pendek, aktivitas kantor dan administrasi penjualan. Untuk tugas lapangan yang waktunya lebih dari seminggu, kami biasanya menggunakan kendaraan truk box, sedangkan untuk jarak pendek atau kurang dari seminggu, kami menggunakan mobil box yang lebih kecil (membawa produk garment di box belakang). Sering sekali kami ditugaskan bersama dalam 1 truk box untuk jangka waktu lebih dari seminggu. Mas Iwan punya tradisi unik sebelum berangkat tugas lapangan. Setelah semua persiapan selesai dan truk box (penuh dengan produk garment yang kami bawa) berangkat dari kantor. Sampai di depan rumah mas Iwan (letaknya dekat dengan kantor), mas Iwan turun sebentar bercanda dengan si kecil Rio, kemudian berpamitan dan mengecup kening anaknya (Rio) sambil melambaikan tangan. Baru kemudian mas Iwan kembali masuk ke truk box dan kami memulai perjalanan tugas dari kota ke kota. Selama perjalananpun mas Iwan tetap menjaga komunikasi dengan Istri dan si kecil Rio melalui komunikasi selluler. Canda, tawa dan celoteh Rio membuat mas Iwan tetap bersemangat bertugas di lapangan. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia Rio, tradisi unik dan komunikasi intensif yang dilakukan mas Iwan (baik pada saat bertugas di lapangan maupun pada saat di rumah), menjadikan Rio tumbuh menjadi anak yang pemberani, tidak cengeng dan ramah, mengikuti jejek sang ayah (mas Iwan). Satu lagi yang unik, Rio sangat menyukai Truk Box, setiap diajak belanja ato jalan-jalan, Rio lebih memilih dibelikan (miniatur) Truk Box dibandingkan mobil-mobilan ato mainan lainnya, dan setiap menunjuk truk box ato kebetulan berpapasan dengan mobil box di jalan, Rio selalu mengucapkan “…ada mobil ayah…” ^_^ hehe… ternyata tradisi pamitan unik ala mas Iwan cukup membekas di hati si kecil Rio (jagoannya mas Iwan). Rio cayang, belajar yang rajin ya nak, biar besok bisa bikin pabrik truk box, jadi kalo Rio udah gede, om pangki, bulik, dan dik dafa diajak jalan-jalan pake truk box-nya Rio yaaaa. Salam Hormat kagem mas Iwan, mbak dan keluarga. nuwun (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia) “JARKONI : Iso ngajari tapi ora iso nglakoni” ^_^ (Nn, Djogjakarta, Indonesia) “Betapa menyenangkannya bekerja sesuai bidang kita”, itu yang saya pikirkan semasa kuliah dulu. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Selepas kuliah saya bekerja sebagai marketing produk garment (t-shirt), dan saya bersyukur bidang pekerjaan yang saya geluti sesuai dengan disiplin ilmu yang saya pelajari, manajemen pemasaran. Tapi kemudian tidak serta merta seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Pada saat saya serius menggeluti bidang pekerjaan saya, di saat yang bersamaan juga dituntut kemampuan dan kecepatan menggeluti bidang lain yang menjadi satu kesatuan dengan bidang pekerjaan yang saya geluti, karena di dalamnya menyangkut images produk dan profit produk yang saya tawarkan (jual). Agar lebih jelas, seperti ini gambarannya: sebagai marketing produk garment (t-sirt), saya dan teman-teman harus cepat menyampaikan keunggulan dan kelebihan produk yang kami jual ke konsumen (usaha ato perorangan), tanpa mengabaikan kelemahan produk yang kami bawa. Sehingga terjadi penawaran dan permintaan yang berujung pada profitabilitas perusahaan serta kesinambungan hubungan kemitraan dengan konsumen. Nah pada saat yang bersamaan, marketing juga harus siap menerima kritik dan saran dari konsumen tentang kelemahan dan kekurangan produk kami (misal: desainnya, warna kaos dan sablonnya atau display counter kita di mall-mal ato pertokoan), belom lagi dengan tagihan penjualan di sejumlah toko ato counter. Mau tidak mau, suka ato tidak suka marketing harus mampu cepat belajar: desain grafis, komposisi warna, dinamisasi warna, tata letak counter dan desain interior counter. Disini tantangannya, selain mendapat ilmu baru (desain grafis, komposisi & dinamisasi warna, tata letak & desain interior counter serta akuntansi keuangan), kami juga harus mengkomunikasikannya dalam 3 dimensi: 1.intern dalam perusahaan kami (desainer kaos, sales, dan pimpinan), kemudian 2.ekstern (pemilik usaha, konsumen, produk kompetitor) dan yang ke 3.kemampuan pribadi marketing itu sendiri dalam mengkomunikasikan keinginan kedua belah pihak. Syukur Alhamdulillah, tantangan pekerjaan itu membuat saya memahami hal-hal baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dalam bekerja, masing-masing pribadi harus kompak satu dengan yang lain, baik secara individu maupun di dalam team. Selain itu marketing juga harus mampu mamahami keinginan konsumen, agar terjalin sinergi yang dinamis dan berkelanjutan. Pada saat terjun di bidang produk perbankan seperti sekarang ini, banyak ilmu yang saya peroleh dari pengalaman bekerja menjadi merketing & sales produk garmen (t-shirt) pada saat itu. Tidak ada kata yang terindah selain bersyukur dan bersyukur, mendapatkan pendidikan dan ilmu dari banyak orang disekeliling, Insyaallah bermanfaat. salam (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia) ”kita hari ini adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita di waktu yang lalu” (Nn, Djogjakarta, Indonesia) Kalo ada undangan pernikahan ato undangan syukuran kadang saya senyum-senyum sendiri teringat kembali pengalaman beberapa waktu yang lalu. Kisah ini bermula ketika saya masih duduk di bangku kuliah (tepatnya semester akhir sebelom saya lulus kuliah) sampai dengan masa-masa bekerja, yang waktu itu saya masih berstatus single (belum menikah). Gini ceritanya, pada saat semester akhir kuliah, sudah mulai banyak undangan pernikahan, baik dari kakak kelas maupun teman-teman sebaya yang melangsungkan pernikahan. Bahkan pernah dalam sebulan mendapat 7 undangan pernikahan. Kebetulan tempat acaranya tidak jauh (Yogyakarta dan sekitarnya), ada juga yang dari pati (tempat asalku). Sebisa mungkin saya usahakan datang memenuhi undangan, dan kalo misalkan berhalangan hadir karena ada tugas ato kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, saya upayakan menitipkan amplop (tali asih), ato biasa disebut ’salam tempel’ ke teman yang kebetulan bisa hadir. Satu ketika dalam hitungan hari, saya mendapat 5 undangan, semuanya undangan pernikahan (dari kakak kelas dan teman), yang waktu pelaksanaannya hampir bersamaan. Kebetulan minggu-minggu itu pas tanggal tua,hehe… maklum waktu itu masih mahasiswa, jadi harus pinter-pinter berhemat. 3 undangan sudah saya hadiri bersama temen-teman. Tinggal 2 undangan lagi yang waktu acaranya minggu depan, di hari yang sama tapi jamnya berbeda, pikir saya waktu itu yaa langsung ajalah, bareng ama temen habis dari tempat si A lansung ke tempat si B, lagian tempat acaranya juga gak begitu jauh. Baju batiknya sekalian dipake sehari,hehe… Menjelang 3 hari sebelum acara, ada-ada aja pengeluaran yang tidak terduga, padahal kantong dah mulai kempes, motor harus turun mesin, bayar kos, dll. Minggu pagi yang cerah, setelah aktivitas pagi di kos (olah raga, nyuci baju & sarapan pagi bareng temen-temen kos), mandi dan memakai baju batik buat menghadiri acar pernikahan teman pada jam 11.00 dan jam 13.00 siang. Saya baru menyadari kalo isi dompet tinggal 20 ribu, “…waduh piye iki, arep njaggong manten kok dompete kosong, padahal belom beli bensin je…” ^_^ pinjem ke temen-temen kos juga pada bokek semua, akhirnya dapet pinjeman 10 ribu buat pegangan dijalan. ^_^ Sambil mondar-mandir cari ide,hehe… temen yang mau barengan berangkat ‘njaggong manten’ dateng ke kos, setelah ngobrol ngalor ngidul sambil nunggu jam, pikir saya “…minjem temenku dulu aja ah, minggu depan takganti…” eee belom sempat nggomong, temenku dah keburu ngomong, “…kik, kamu ada duit gak, minjem buat nyumbang yaa, minggu depan takganti…” ^_^ wekekek…, jawab saya, “…aku yo arep minjem kowe je, malah arep boksilihi…” jebule podho wae, podho bokek’e,hehe… ^_^ Setelah beberapa saat ketawa-ketiwi, temenku sempet gak jadi mo berangkat karena gak enak kalo gak nyumbang (salam tempel, angpau). Ada seorang temen satu kos, nyanyi-nyanyi sambil masukin motor ke garasi kos, seperti biasa kami nanya, “…abis dari mana boss…” jawab temenku, “…abis isi pulsa bang…” Tiba-tiba saya dapet ide, kata saya: “…gini aja kita tetap berangkat njaggong manten, tapi sementara kita gak nyumbang dulu, besok kalo ada duit, kita transfer pulsa ke no HP temen yang nikah,hehe… soalnya gak enek je, dah diundang masak gak datang, yang penting kan sillaturahmi-nya,..gimana?..” jawab temen saya: “…ya dah gitu aja, besok kita transfer pulsa,hehe…” Akhirnya kami berangkat dengan berboncengan motor, ketemu banyak temen-temen di acara mantenan, padahal gak bawa amplop,wekekek… Beberapa hari setelah acara itu, kami transfer pulsa ke no HP temen yang nikah kemaren. pikir saya, dia gak usah tau kalo kami yang mengirimi pulsa, yang penting kan niatnya tali asih, sebagai ganti kemaren pas bokek blom bisa kasih kado di acara nikahannya,itu aja.hehe… ^_^ Selang beberapa bulan dari acara nikahan temen saya itu, saya terbengong-bengong karana pulsa HP saya tau-tau nambah 200 ribu, setelah saya konfirmasi ke keluarga & temen-temen, gak ada yang ngirimin pulsa ke no HP-ku. Setelah beberapa hari, saya berfikir repot juga nih kalo dapet kiriman pulsa tapi gak tau siapa yang ngirim pulsa,hehe.. akhirnya 2 no HP saya takmigrasi ke no pasca bayar, supaya tidak bisa dikirimi pulsa ^_^ bukannya nolak rejeki, tapi daripada besok pusing sendiri karena gak tau siapa yang ngirim pulsa,hehe… ^_^ buat yang mo nikah, besok mo dikado, amplop apa pulsa hayooo… ^_^ salam (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia) “tidak ada peradaban yang dapat dibangun di atas kepalsuan, juga tidak di atas kekuasaan” (Sri Sultan Hamengkubuwono X, HBforRI, 2009) Usaha Kecil & Menengah (UKM) merupakan elemen penting dalam perekonomian Indonesia. Semakin tumbuh suburnya UKM di Indonesia memacu semangat pelaku pasar unuk berperan serta aktif melakukan pemberdayaan UKM melalui program dan cara yang berbeda-beda. Sedikit tips dari saya kalo panjenengan ingin ikut mendorong UKM, mulai dari yang simple dulu, nanti panjenengan pasti akan dapet ide berikutnya,hehe… ^_^ >> Warung Angkringan: Secara kontinyu usahakan panjenengan mampir ke warung angkringan sehari minimal sekali, yaaa.. syukur-syukur kalo sehari ampe 10 kali,hehe… upayakan memesan minum (teh panas, es teh, kopi dll). ato bisa juga kalo njenengan dititipi temen beli rokok beberapa batang. Karena laba yang cukup signifikan dari warung angkringan berasal dari minum dan rokok. Untuk makanan (nasi, gorengan, sate, dll) kebanyakan titipan orang, jadi (mohon maaf) labanya dikit, ocre… ^_^ >> Warung bubur kacang hijau: Tipsnya hampir sama dengan angkringan (minum & rokok), ditambah gorengan dan bubur kacang hijau, biasanya bikinan sendiri, jadi gak ada salahnya kalo mau beli ato diborong sekalian, jangan lupa diampirin ke rumah yaaa… ^_^ >> Tambal ban: Ketika kendaraan panjenengan bannya kempes ato bocor, setelah dipompa ato ditambal, usahakan membayar lebih dari jumlah yang disebutkan bapak penambal / pompa ban. Insyaallah usia ban anda akan lebih lama karena dibantu doa bapak penambal ban agar anda dimudahkan rejeki & lancar dalam bekerja. ^_^ >> Bensin eceran: Ketika kendaraan anda kehabisan bensin dan harus membeli bensin eceran, bersikaplah wajar dan jangan pasang tampang curiga, karena itu hanya akan membuat Bapak penjual bensin eceran jengkel pada panjenengan. Setelah selesai isi bensin jangan lupa ucapkan terima kasih. Insyaallah bensin yang panjenengan beli semurni ketulusan Bapak penjual bensin eceran,ocre… ^_^ >> Sol sepatu: Kalo ada tukang sol sepatu lewat depan rumah panjenengan dan kebetulan panjenengan ingin membetulkan sol sepatu, tanyalah harga sol terlebih dulu. Kalo sudah sepakat harga, biarkan Mas tukang sol sepatu berkreasi dengan sepatu anda. Jangan dilihatin ato dipelototin terus-menerus. Karena proses kreativitas sol sepatu membutuhkan ketelitian dan konsentrasi. Kalo panjenengan pelototi, itu justru akan membuat konsentrasi Mas tukang sol sepatu itu buyar, ok ^_^ Sebenernya masih banyak lagi, mungkin itu dulu dari saya, nanti secara bertahap akan saya tambahkan pelan-pelan. Sekali lagi tulisan saya ini tidak bermaksud menyinggung profesi ato kreativitas apapun, tapi lebih sebagai sharing pengalaman saya sehari-hari, itu aja. Nah kalo setelah panjenengan membaca tulisan ini, kemudian keberatan dengan isi tulisan ato tips saya ini, njenengan bisa baca judul tulisan ini berkali-kali, itu jawaban dari saya ^_^ ocre boss… semoga bermanfaat dan tetap berkreativitas.cayooo… sahabat Indonesia. (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia) |

Entries (RSS)